A Short Description about youself- Unlabelled
Rabu, 21 November 2012
*SPRING*(Cerpen)
Haii sobat.. selamat malam^^
Kali ini saya akan nge-posting cerpen karya dari sahabat ku...
yukk kita baca sama-sama sobat..
Enjoyy yeahh!!
Title : SPRING
Author : Nindi isti novitasarie
Cast : *Withni
*Kim hyun joong
*Winda
*Romantic*
SPRING …
Aku termenung dalam diam. Dedaunan pohon sakura yang berwarna merah muda berguguran di sekelilingku. Aku menghela nafas panjang sambil memejamkan mata, menikmati musim yang amat kusukai, musim yang mempunyai kenangan tentang dirinya. Mataku berkeliling mencari sosok yang kurindukan.kembali aku teringat pertemuanku dengan dirinya yang selalu memenuhi benakku, pria keturunan korea bernama kim hyun joong. Hyun yang baik, Hyun yang ramah, Hyun yang humoris dan Hyun yang selalu kurindukan…
***
DUA TAHUN YANG LALU
Aku berjalan dengan dua langkah ragu. Mataku mencari-cari dengan panik. Berkali-kali kutatap kertas berbentuk segi empat yang kugenggam erat. Aku menoleh ke kanan dan kiri.terlihat pepohonan sakura berjejer rapi di pinggir jalan yang kulalui, dengan dedaunan yang berwarna merah muda yang berguguran.
Kurapikan syal yang melilit leherku. Walaupun musim gugur dan musin dingin masih beberapa bulan lagi, tapi aku merasa kedinginan. Mungkin aku belum terbiasa dengan empat musim di negara ini.
Aku kembali melangkahkan kaki menyusuri jalan sambil membaca kertas alamat di tanganku.
BRUKK!! Aku menabrak seseorang. Kami berdua terjatuh dan belanjaan yang dibawa orang itu berserakan di tanah.
“Gomennasai , watashi ga otetsudai itashimasu (Aku minta maaf , biar aku menolongmu),” jeritku panik. Aku membantunya mengumpulkan barang belanjaannya.
“Kamaimasen (Tidak apa-apa).”
Kami berdua berdiri, ia menepuk-nepuk celana jeansnya yang berdebu. Hampir saja aku tersedak ketika memandang matanya. Belum pernah kulihat mata seindah itu. Ia menatap celana jeansku yang sedikit tersobek d bagian lutut. Sejenak kami terdiam, kemudian ia menarik tanganku, mendudukkanku di kursi taman dan berlari meninggalkanku.
Tidak sampai lima menit ia sudah kembali dan tanpa bicara mengobati lukaku. Aku kehilangan kata-kata. Sikapnya yang gentle menyentuh hatiku. Setelah itu kami berdua duduk di kursi taman.
“Arigatou (Terimakasih).”
“Gomennasai (Aku minta maaf).”
Kami berdua tersenyum karena berbicara dalam waktu bersamaan.
“No tame ni moshiwakearimasenga ? (Maaf untuk apa ?)”
“Anata no hiza o utsu koto (Untuk menabrak lututmu).”
Aku tertawa menanggapinya.
“anata wa amarini mo ouku, watasi wa genkidesu , arigatou gozaimashita (Kamu terlalu berlebihan , aku baik-baik saja , terima kasih).”
Ia menghela nafas, masih terlihat menyesal.
“Kono adores o sagashite iru ? (Kamu mencari alamat ini ?).” tanyanya menunjuk ke kertas alamat sahabatku yang terjatuh. Aksennya berbeda dengan orang korea kebanyakan. Aku hanya mengangguk, mata coklat terangnya sukses menghipnotisku.
“Hmm, watashi wa sagashiteimasu (Hmm, Aku sedang mencarinya).” Aku meringis.
Lelaki itu tersenyum dan lagi-lagi aku menahan nafas. Oh tidak, ada apa denganku sih ? aku seperti anak yang sedang kasmaran.
Beberapa menit kemudian aku sudah berjalan bersisian dengannya. Katanya alamat yang kucari tidak jauh dari rumahnya, dan ia menawarkan diri untuk mengantarku.
Selama perjalanan kami tidak banyak bicara, ia cukup sopan untuk tidak bertanya selain alasan mengapa aku mencari alamat ini.
“Sore wa watashi no yujin no apato ni taisho shite imasu ,. Watashi wa, adoresu wo mitsukeru no ni kurou shitte imasu (Itu alamat apartemen sahabatku . aku kesulitan mencari alamatnya).”
Sekitar lima belas menit kemudian akhirnya aku sampai di depan apartemen Winda, dan laki-laki itu pun pamit pulang. Aku mengucapkan banyak terima kasih padanya.
“Sukoshi modotte daisuki (Sama-sama mungil).” Aku sadar bahwa aku masih menduduki bangku SMK dan tinggiku yang tidak seberapa dibandingkan dirinya. Aku tersenyum, bertanya-tanya apakah aku dapat bertemu kembali dengannya.
Aku berjalan masuk ke dalam apartemen sahabatku. Apartemen tersebut terdiri dari 3 lantai dengan taman yang indah. Apartemen di Jepang tidak seperti di Indonesia, di sini lebih menyerupai rumah besar dengan beberapa ruangan dan terletak di pinggir kota. Apartemen di Indonesia, gedungnya tinggi menjulang dan terletak di tengah kota.
Aku mengetuk pintu bernomor 105.
Winda muncul. Ia menyapa dan memelukku, lalu mengajakku masuk.
“Oh ya, bagaimana perjalananmu hingga sampai bisa ke tempatku ? maklum apartemenku agak terpencil.”
“Ya, apartemenmu sangat terpencil, aku bahkan tersesat. Untungnya seseorang yang baik hati mrngantarkanku ke sini… oh tidak!!” jeritku tertahan.
Winda memandangku heran.
“Aku lupa menanyakan namanya!”
***
Beberapa minggu kemudian aku bertemu lagi dengannya, di waktu yang sama yakni sore hari dan di tempat yang sama. Bedanya kali ini aku tidak tersesat, dia tidak membawa belanjaan dan aku tidak menabraknya.
“Heyy.”
“Haii,” balasku tersenyum
“Watashi wa no namae ga wakaranai (Aku belum tahu namamu).”
Dapat kurasakan perutku melilit saking senangnya.
Akhirnya kami menghabiskan sore itu sambil berjalan-jalan di bawah indahnya pohon sakura. Ia mengajakku minum teh di café yang terletak tak jauh dari Taman Ueno.
Lelaki bermata coklat terang itu bernama hyun, kim hyun joong. Ia tampak terkejut saat mengetahui umurku baru 17 tahun,.
“Gomennasai , watasi wa hontoni anata ga 17-saidatta shiranakatta (Aku benar-benar tidak tahu kamu berumur 17 tahun),” ujar Hyun.
“Hmm, naze anata wa kyou watashi ni wa anata o yurusudarou? (Bagaimana kalau kau traktir aku hari ini dan aku akan memaafkanmu?)”
Raut wajah menyesal perlahan menghilang dari wajahnya dan digantikan oleh tawa.
“Sate , nani o suru. (Oke , apapun untukmu).”
Aku tersedak tehku, karena saat mengatakan itu mata coklat terang Hyun menembus hatiku.
Esok hari dan seterusnya seolah ditakdirkan kami terus-menerus bertemu, walaupun tidak selalu di Taman Ueno. Kami kian dekat, hingga tanpa sadar sesuatu menjalari hatiku, aku mulai jatuh cinta padanya. Pada mata coklat terang yang indah, pada senyumnya yang menenangkan, pada kebaikannya, pada semua yang ada di dirinya.
***
Hampir tiga bulan aku mengenal Hyun, selama itulah kami berteman. Hyun lebih tua satu tahun dariku dan ia sekolah tidak jauh dari sekolahku. Kami sering menghabiskan waktu bersama. Mengobrol dengannya seolah membaca koran, pengetahuan Hyun sangat luas.
Hyun juga humoris terkadang romantis. Pernah suatu kali ia memberikanku kado berupa gelang perak manis di hari ulang tahunku. Ulang tahun terindah namun juga terpahit yang pernah kurasakan karena Hyun tiba-tiba mengatakan sesuatu yang tidak ingin ku dengar.
“Withni-chan,” panggil Hyun lembut. Saat itu kami sedang menikmati teh dan melontarkan lelucon konyol.
Ia menggenggam tanganku kemudian menunduk.
“Watashi wa watashi no kuni ni modoranakereba naranai. (Aku harus kembali kenegaraku).”
Aku hampir tak percaya mendengarnya. “Shikashi , nazedesu ka ? (Tapi kenapa ?)
“Watashi no gakko wa koko de shuryo shita, watashi wa Kankoku de kyusoku o oenakereba narimasen . ashita wa watashi no kuni ni kaette. (Sekolahku disini sudah selesai, aku harus menyelesaikan sisanya di korea . Besok aku kembali ke negaraku).”
Hyun masih menunduk.
“Gomennasai. (Maafkan aku).”
Mendengar itu tanpa sadar air mataku mengalir. Aku menarik tanganku dari genggamannya. Hyun menatapku. Mata coklat terang miliknya serat akan kesedihan. Belum pernah aku melihat mendung di matanya, tangisanku makin menjadi.
“Ahaha, watashi mo , watashi ga naite iru riyu ga wakaranai , anata wa watashi no tame ni dare mo imasen ne. (Aku bahkan tak tahu mengapa aku menangis , kamu bukan siapa-siapa buatku).”
Aku menunduk menghapus air mata dengan punggung tangan, berusaha tegar.
“Majide ? (Benarkah ?)” Hyun terlihat kecewa. Ia kembali memegang tanganku kemudian menciumnya. Aku terisak.
“watashi wa anata to odotte miyou. (Ijinkan aku bedansa denganmu).” Ajaknya dengan tatapan sendu. Aku terbelalak kaget, tak mengerti mengapa disaat seperti ini ia malah mengajak berdansa.
Seolah membaca pikiranku, Hyun menjelaskan bahwa sejak dulu ia ingin sekali berdansa dengan seseorang di bawah.guguran daun sakura, di bawah langit malam penuh bintang dan di temani cahaya bulan.
Hyun merangkulku, meletakkan tangannya di pinggangku dan mendekapku erat. Aku menyandarkan kepala di bahunya. Suara Utada Hikaru mengalun lembut dari telepon genggam Hyun, entah kapan ia menyetelnya.
“anata wa , kore wa watashi no sukina –kyokudearu chi tte iru. (Kamu tahu , ini lagu kesukaanku).” Bisiknya. Ia menyenandungkan lagu tersebut.
Saigono kiss wa tabakono flavor gashita nigakute setsunaikaori
Ashitano imagoroniwa anatawa dokoniirundarou
Darewo omotterundarou
You are always gonna be my love
Itsuka darekatomata koiniochitemo
I’ll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Imawa madakanashii love song
Atarashi uta utaerumade
“Withni-chan.”
Aku mendongak, menatap wajahnya.
“watashi wa , anata wa sakuranokinoshitade , onaji basho de , matte kure yo onaji kisetsu o yakusoku shi , watashi wa 2-nen-go ni , modotte kimasu. (Berjanjilah padaku kau akan menungguku , ditempat yang sama , dibawah pohon sakura ini , di musim yang sama aku akan kembali , dua tahun lagi).”
Suaranya bergetar, menahan emosi. Aku mengangguk sambil menahan tangis. Malam itu berakhir setelah kami berdansa, setelah itu Hyun mengantarku pulang. Tidak ada pengakuan cinta, hanya janji.
***
Aku masih terdiam di kursi yang kududuki. Tak henti-hentinya aku menatap pohon sakura, seolah dengan begitu aku dapat mengingat kembali orang yang ku kasihi. Sudah dua tahun berlalu dan aku terus menunggu Hyun kembali.
Musim semi hampir berakhir. Taman ini terlihat sepi, tentu saja. Tidak akan ada orang waras yang duduk dan menikmati hari di cuaca seperi ini. Namun dari kejauhan aku melihat seseorang tengah berjalan mendekat. Ia menghampiriku dengan tergesa-gesa. Wajahnya terlihat khawatir, seketika aku membuang muka.
“Withni,” panggilnya
Aku mengacuhkan. Ia menghela nafas dan duduk di sebelahku, menggenggam tanganku.
“Cukup Withni.” Aku menoleh dan menatapnya dengan kesal.
“Apa maksudmu dengan cukup, Winda ?” Tanyaku gundah.
Winda terus menatapku. Wajahnya terlihat khawatir.
“Hyun sudah pergi, ikhlaskan dia,” ujarnya menusuk hatiku, perih sekali rasanya. Aku kembali membuang muka, tak ingin melihat kenyataan di mata Winda.
“Tidak, kami sudah berjanji akan bertemu kembali di sini dua tahun kemudian, dan itu sekarang. Aku akan terus menunggunya, karena aku yakin ia akan datang. Ia sudah berjanji padaku.” Air mataku mulai mengalir.
“Musim semi akan berakhir, tidakkah kamu menyadarinya ?” Nadanya tinggi. Aku terdiam, tak percaya Winda bisa marah padaku.
“Kamu tahu, kita sama-sama tahu bahwa, Hyun tidak akan pernah kembali.” Ucapnya pelan.
Namun kata demi kata yang Winda ucapkan mengiris hatiku. Kenangan demi kenangan menghampiri benakku. Berita 2 tahun lalu begitu menyiksaku, membuatku menolak kenyataan. Hyun tidak akan pernah kembali, ia bahkan tidak sempat kembali ke negaranya. Pesawat yang di tumpanginya mengalami kecelakaan. Tidak ada penumpang yang selamat.
“Tapi dia telah berjanji padaku Winda, dia berjanji akan kembali.” Aku terisak hebat. Aku tahu, aku telah membohongi diri sendiri. Aku menutup mata, menolak kenyataan bahwa Hyun telah tiada. Dua tahun berlalu dan aku tetap menunggu Hyun di tempat kami berjanji akan bertemu.
“Winda, aku menyayangi Hyun, aku mencintainya…” Isakku.
Hatiku perih mengingat bahwa Hyun belum mengetahui perasaanku. “Hyun tidak tahu… ia tidak tahu bahwa aku mencintainya.”
Winda ikut menangis bersamaku, merasakan pedih yang kurasa.
“Hyun tahu itu sayang, dan ia juga menyayangimu. Ikhlaskan dia, biarkan ia tenang di sana.”
Aku terus terisak. Ku biarkan Winda memelukku dan mengelus rambutku. Hyun tidak akan pernah kembali. Aku telah kehilangan separuh hatiku.
Well, it’s marvelous night for a moondance
With the stars up above in your eyes
And all the leaves on the trees are falling to the sound of the breezes that blow
And I’m trying to please to the calling
Of your heart strings that play soft and low
Amari kyomi no baai moshiwakearimasenga, watashi wa muzukashiku shiyou to shimasu……
Arigato…
Withni*NI ^^
by.promotion Wiend
see you byebye^^
By Unknown
A Short Description about youself
Related Articles
A Short Description about youself

Any feedback, questions or ideas are always welcome. In case you are posting Code ,then first escape it using Postify and then paste it in the comments
0 komentar: